Ketikan Nakal
"Tak kenal maka tak sayang"
Pengalaman mengatakan demikian.
Lalu sebenarnya apakah dibalik perkenalan itu?
Perkenalan didasarkan apa?
Apakah dengan perkenalan yang bertujuan baik.
Atau sebaliknya.
Ibarat tak suka makanan, dan kemudian coba dulu baru suka...
Haaa????
Terkadang inilah kesalahan kita.
Terletak pada kesalahanpahaman kata pepatah.
Perkenalan yang sejati itu hanya pada porosnya
"Pada porosnya?, ribet amat dah"
Ia emang ribet, biar kita gak sebarang kenal hehe..
Perkenalan sebenarnya hanya dengan tujuan yang baik
Dan jangan jadikan perkenalan menjadi hal yang menjurumuskanmu.
Masalah sejati manusia adalah 'BAPER'
Jadi WASPADALAH! WASPADALAH!
Tapi kalau baper pada porosnya tak apa.
Seperti orang mukmin yang baper sama Allah Subhanahu Wa ta'ala dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam
Singkat cerita 'Ketikan Nakal' by me, itu saja kawan.
Selamat malam..
Dan jangan lupa berdo'a🙏
Sabtu
05 Mei 2018
21.50 WIB
'Kenangan malam penuh liku'
Menulis tulisan cilik, bukan cilok :D
Saturday, May 5, 2018
Saturday, April 28, 2018
Kesenangan Semata
Ada sesuatu yang tak pernah menghianati kita..
Tapi kita lupa akan dia.
Ada sesuatu yang selalu kita banggakan
Tapi itu semua semu semata
Ada yang cintanya murni setiap saat
Tapi kita tepis dia seakan-akan ada dunia lain milik kita sendiri
Kesenangan semata..
Membuat kita lupa siapa diri kita!
Membuat kita lupa bahwa kita diciptakan untuk kembali..
Tapi rasa itu sudah hampir mati di diri kita sendiri
Ketahuilah kawan!
Kesenangan sementara atau kesenangan luar biasa?
Itu pilihan.
Jika kau rindu yang murni
Kau akan kembali dengan yang murni dan indah
Dan jika kau rindu yang semu
Dapatilah percikan-percikan api yang melelahkan dan membangkitkanya kembali.
Ketauhilah kawan!
Kau dia memperhatikan mu
Jadi jangan bangga pada rasa senangmu saat ini
Tapi buatlah bangga para malaikat, karena ia menunggu bidadari surga selanjutnya.
Ada sesuatu yang tak pernah menghianati kita..
Tapi kita lupa akan dia.
Ada sesuatu yang selalu kita banggakan
Tapi itu semua semu semata
Ada yang cintanya murni setiap saat
Tapi kita tepis dia seakan-akan ada dunia lain milik kita sendiri
Kesenangan semata..
Membuat kita lupa siapa diri kita!
Membuat kita lupa bahwa kita diciptakan untuk kembali..
Tapi rasa itu sudah hampir mati di diri kita sendiri
Ketahuilah kawan!
Kesenangan sementara atau kesenangan luar biasa?
Itu pilihan.
Jika kau rindu yang murni
Kau akan kembali dengan yang murni dan indah
Dan jika kau rindu yang semu
Dapatilah percikan-percikan api yang melelahkan dan membangkitkanya kembali.
Ketauhilah kawan!
Kau dia memperhatikan mu
Jadi jangan bangga pada rasa senangmu saat ini
Tapi buatlah bangga para malaikat, karena ia menunggu bidadari surga selanjutnya.
Sunday, April 22, 2018
Menunggu Adalah Seni
Seni tak hanya lukisan indah
Seni tak hanya alunan musik yang indah
Seni tak hanya tarian-tarian khas
Seni tak hanya sesuatu yang terkesan indah
Tapi seni..
Seni adalah hal yang bisa kita nikmati dan dirasakan
Seni bisa direnungi dan difikirkan matang-matang
Seni adalah cara kita melihat diri sendiri
Lalu apakah menunggu adalah seni?
Ya!, Tentu saja!
Karena menunggu termasuk seni yang bisa dirasa
Kenapa seperti itu?
Karena menunggu itu butuh proses
Proses penantian yang membawa diri ini mengenal seni lebih jauh lagi
Mengenal artinya suka dan duka dalam penantian
Mengerti kalau semua itu butuh ikhtiar dan tak instan.
Dan seni itu adalah menunggu
Menunggu apa?
Menunggu kebahagian sesungguhnya
Karena bukan kebahagian yang indah tanpa penantian yang dibantu proses memperbaiki.
Seni tak hanya lukisan indah
Seni tak hanya alunan musik yang indah
Seni tak hanya tarian-tarian khas
Seni tak hanya sesuatu yang terkesan indah
Tapi seni..
Seni adalah hal yang bisa kita nikmati dan dirasakan
Seni bisa direnungi dan difikirkan matang-matang
Seni adalah cara kita melihat diri sendiri
Lalu apakah menunggu adalah seni?
Ya!, Tentu saja!
Karena menunggu termasuk seni yang bisa dirasa
Kenapa seperti itu?
Karena menunggu itu butuh proses
Proses penantian yang membawa diri ini mengenal seni lebih jauh lagi
Mengenal artinya suka dan duka dalam penantian
Mengerti kalau semua itu butuh ikhtiar dan tak instan.
Dan seni itu adalah menunggu
Menunggu apa?
Menunggu kebahagian sesungguhnya
Karena bukan kebahagian yang indah tanpa penantian yang dibantu proses memperbaiki.
Saturday, April 21, 2018
Rumah
Bukan tempat berlindung
Lalu dimana rumah kita?
Dimana itu?
Bukan tempat berlindung
Bukan tempat berteduh
Bukan tempat kita istirahat
Karena rumah hanya teman sementara untuk kita
Karena rumah hanya sampingan dari kesibukan kita
Karena rumah hanya sesuatu yang dibutuhkan selama kita benar-benar butuh
Tapi jika seorang yang sangat mencintai rumah
Pasti ia tau dimana rumah sebenarnya
Dimana rumah teduhnya
Dan dimana rumah itu sejatinya
Karena rumah sejatinya membawa aman
Karena rumah sejatinya membawa kebahagian walau sejenak
Lalu dimana rumah kita?
Rumah kita adalah tempat terakhir kita beristirahat
Dimana itu?
Diakhirat kelak
Lalu apa bekal kita?
Apakah semua sudah cukup?
Belum!
Lalu bagaimana?
Perbaiki stasiun langkahmu menuju rumahmu yang sebenarnya
Jangan sampai kau salah stasiun!
Karena kau akan bingung kenapa itu bukan rumahmu
Karena sejatinya stasiun itu sudah terbuka lebar
Tapi kau selalu saja menunggu datangnya stasiun megah yang menyenangkan
Dan tanpa kau sadari rumahmu adalah tempat peristirahatan yang paling mengerikan
Kenapa demikian?
Karena kau terlalu terlena akan stasiun indah yang menghantarmu ketujuan yang salah
Dan tujuan yang akan sangat kau selali
Jangan sampai kau salah stasiun!
Karena kau akan bingung kenapa itu bukan rumahmu
Karena sejatinya stasiun itu sudah terbuka lebar
Tapi kau selalu saja menunggu datangnya stasiun megah yang menyenangkan
Dan tanpa kau sadari rumahmu adalah tempat peristirahatan yang paling mengerikan
Kenapa demikian?
Karena kau terlalu terlena akan stasiun indah yang menghantarmu ketujuan yang salah
Dan tujuan yang akan sangat kau selali
Subscribe to:
Comments (Atom)